Selasa, 28 Februari 2012

MEKANIKA KUANTUM

Apakah mekanika kuantum?
Mekanika quantum adalah cangkupan relatif terbaru dalam fisika yang mempelajari perilaku komponen terkecil sebuah materi. Mereka boleh kecil, tetapi penemuan tentang partikel ini telah mengubah pemahaman kita tentang dunia.
Apakah yang membuat fisika quantum kaku untuk dapat menggenggam dengan banyak cara bahwa kerja partikel di skala subatomik terdapat kontradiksi dalam logika sehari – hari. “Kita berada diwilayah yang sangat sulit untuk dibayangkan karena sangat berbeda dengan dunia makroskopik dimana kita tinggal “, jawab Vlatko Vedral, guru besar ilmu informasi quantum Universitas Leeds. “ jadi, sangat sulit untuk menghubungkan keseharian objek yang kita ketahui ke objek yang kecil.”
untuk bagian terpentingnya, fisika klasik adalah intuisi. Apakah sadar atau tidak hukum newton ketika menendang bola dalam keadaan biasa dan pengalaman setiap hari membiarkan anda untuk membuat estimasi yang cukup bagus dimana itu akan terus berlangsung.
Tetapi bayangkan untuk beberapa saat bahwa bola kaki kamu mulai berperilaku seperti elektron. Dalam kasus ini, fisika quantum akan menceritakan kepada kamu bahwa itu tidak mungkin untuk mengetahui dimana bola akan mendarat dan berpikirlah kembali jika kamu melihatnya dari sudut yang benar maka ini adalah gelombang energi lebih dari sekedar objek fisik.

Sabtu, 18 Februari 2012

ATOM

Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral (kecuali pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Sekumpulan atom demikian pula dapat berikatan satu sama lainnya, dan membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan disebut sebagai ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron yang terdapat pada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut.
Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani (ἄτομος/átomos, α-τεμνω), yang berarti tidak dapat dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep atom sebagai komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama kali diajukan oleh para filsuf India dan Yunani. Pada abad ke-17 dan ke-18, para kimiawan meletakkan dasar-dasar pemikiran ini dengan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi menggunakan metode-metode kimia. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para fisikawan berhasil menemukan struktur dan komponen-komponen subatom di dalam atom, membuktikan bahwa 'atom' tidaklah tak dapat dibagi-bagi lagi. Prinsip-prinsip mekanika kuantum yang digunakan para fisikawan kemudian berhasil memodelkan atom.[1]
Dalam pengamatan sehari-hari, secara relatif atom dianggap sebuah objek yang sangat kecil yang memiliki massa yang secara proporsional kecil pula. Atom hanya dapat dipantau dengan menggunakan peralatan khusus seperti mikroskop gaya atom. Lebih dari 99,9% massa atom berpusat pada inti atom,[catatan 1] dengan proton dan neutron yang bermassa hampir sama. Setiap unsur paling tidak memiliki satu isotop dengan inti yang tidak stabil, yang dapat mengalami peluruhan radioaktif. Hal ini dapat mengakibatkan transmutasi, yang mengubah jumlah proton dan neutron pada inti.[2] Elektron yang terikat pada atom mengandung sejumlah aras energi, ataupun orbital, yang stabil dan dapat mengalami transisi di antara aras tersebut dengan menyerap ataupun memancarkan foton yang sesuai dengan perbedaan energi antara aras. Elektron pada atom menentukan sifat-sifat kimiawi sebuah unsur, dan memengaruhi sifat-sifat magnetis atom tersebut.
Konsep bahwa materi terdiri dari satuan-satuan terpisah yang tidak dapat dibagi lagi menjadi satuan yang lebih kecil telah ada selama satu milenium. Namun, pemikiran tersebut masihlah bersifat abstrak dan filosofis, daripada berdasarkan pengamatan empiris dan eksperimen. Secara filosofis, deskripsi sifat-sifat atom bervariasi tergantung pada budaya dan aliran filosofi tersebut, dan seringkali pula mengandung unsur-unsur spiritual di dalamnya. Walaupun demikian, pemikiran dasar mengenai atom dapat diterima oleh para ilmuwan ribuan tahun kemudian, karena ia secara elegan dapat menjelaskan penemuan-penemuan baru pada bidang kimia.[3]

PERNYATAAN ALBERT EINSTEIN

Berikut adalah kutipan dari: Albert Einstein, Niels Bohr, Werner Heisenberg,  P. A. M. Dirac, dan Richard Feynman. Kontribusi pemikiran mereka memberikan ummat manusia mekanika kuantum yang merevolusi pemahaman kita mengenai konsep realitas.
Bukti-bukti eksperimental menunjukkan bahwa mekanika klasik tidak mencukupi. Di awal perkembangannya, tidak mengherankan apabila terjadi perbedaan pendapat di antara orang-orang “besar” di atas mengenai bagaimana menginterpretasikan bukti-bukti eksperimental tersebut.
Einstein punya prejudice tentang bagaimana cara kerja alam semesta semestinya. Ia tidak percaya bahwa alam semesta secara intrinsik bersifat probabilistik*.
I still do not believe that the statistical method of the Quantum Theory is the last word, but for the time being I am alone in my opinion. (Albert Einstein, 1936, ‘The Born-Einstein Letters’ Max Born, translated by Irene Born, Macmillan 1971)
Quantum mechanics is certainly imposing. But an inner voice tells me that it is not yet the real thing. Quantum theory says a lot, but does not really bring us any closer to the secret of the Old One. I, at any rate, am convinced that He (God) does not throw dice. (Albert Einstein, On Quantum Physics, Letter to Max Born, December 12, 1926)
Menurut teori kuantum, sebelum pengamatan ini atau itu dilakukan, paling banter kita cuma bisa memprediksi peluang bahwa hasil pengamatan bakal begini atau begitu. Einstein sepertinya tidak menyukai ini. Bahwa teori kuantum terbatas hanya memprediksi peluang, menurut Einstein, menunjukkan ketidaklengkapan teori kuantum. Dalam fisika klasik, statistik dapat digunakan ketika informasi lengkap suatu sistem tidak tersedia. Misalnya pada percobaan dengan koin 100 rupiah. (Misalnya, lempar koin di atas meja. Jangan ke wajah orang lain, apalagi ke wajah pak polisi) Ada 50% peluang koin tersebut berakhir dengan sisi bergambar burung garuda menghadap ke atas. Ini karena informasi berupa posisi,  momentum linear, dan momentum sudut koin pada suatu saat tidak tersedia. Jika saja kita punya data-data tersebut secara akurat, maka secara klasik untuk setiap lemparan, sisi koin mana yang bakal menghadap ke atas dapat diprediksi. Einstein menduga, tersembunyi dibalik prosedur probabilistik mekanika kuantum, terdapat realitas yang deterministik**.
Mengenai realitas dan kaitannya dengan fisika, tidak seperti Einstein, Bohr lebih hati-hati.

Mekanika kuantum adalah cabang dasar fisika yang menggantikan mekanika klasik pada tataran atom dan subatom. Ilmu ini memberikan kerangka matematika untuk berbagai cabang fisika dan kimia, termasuk fisika atom, fisika molekular, kimia komputasi, kimia kuantum, fisika partikel, dan fisika nuklir. Mekanika kuantum adalah bagian dari teori medan kuantum dan fisika kuantum umumnya, yang, bersama relativitas umum, merupakan salah satu pilar fisika modern. Dasar dari mekanika kuantum adalah bahwa energi itu tidak kontinyu, tapi diskrit -- berupa 'paket' atau 'kuanta'. Konsep ini cukup revolusioner, karena bertentangan dengan fisika klasik yang berasumsi bahwa energi itu berkesinambungan.

Aburizal Bakrie lahir di Jakarta, 15 November 1946, Dia adalah anak sulung dari keluarga Achmad Bakrie, pendiri Kelompok Usaha Bakrie, dan akrab dipanggil Ical. Selepas menyelesaikan kuliah di Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung pada 1973, Ical memilih fokus mengembangkan perusahaan keluarga, dan terakhir sebelum menjadi anggota kabinet, dia memimpin Kelompok Usaha Bakrie (1992-2004). Selama berkecimpung di dunia usaha, Ical juga aktif dalam kepengurusan sejumlah organisasi pengusaha. Sebelum memutuskan meninggalkan karier di dunia usaha, dia menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) selama dua periode (1994-2004). Pada 2004, Ical memutuskan untuk mengakhiri karier di dunia usaha, setelah mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009. Dan sejak terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2009-2010, waktu dan energinya tercurah untuk mengurus partai. Aburizal Bakrie Sebagai pengusaha Indonesia juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar sejak 9 Oktober 2009. Ia pernah menjabat Menteri Koordinator